Kamis, 27 September 2012

Pertama, Seringkali Menyenangkan.



Segala sesuatu yang ada embel-embel pertama seringkali menyenangkan. Cinta pertama, juara pertama, hari pertama masuk sekolah, anak pertama, generasi pertama, dan lain-lain. Termasuk dalam kasus ini adala keterlibatanku pertama kali membuat PKM. Walaupun tetap tak berubah, dimanapun posisinya, tetap saja “gabut” menjadi warna yang harus kukontribusikan di dalam pelangi. Hidup harus warna-warni tho? Hehe.


Konsultasi pertama dengan dosen pembimbing membuka beberapa pintu cakrawala baru. Bagaimana tidak, sosok dosen yang terlihat dari luar sangat santai ternyata mempunyai pemikiran yang mendetail tentang berbagai bidang. Dari hal-hal yang baik, sampai hal-hal buruk sekalipun, wkwkwkwk.
Tak pernah sekalipun aku memperhatikan kalimat-kalimat editorial yang ada di televisi. Atau menyelidiki lebih lanjut bahasa indonesia yang ada di koran. Tapi dari perbincangan ringan dengan si Bapak mengungkap banyak sekali hal-hal yang terlewatkan oleh mata coklatku nan indah (narsis, red). Tak pernah sekalipun tergelitik lebih lanjut memeriksa kebenaran berita yang disampaikan. Hal-hal yang sangat luar biasa terkadang membuat kita lupa untuk melakukan cek dan ricek. Bahkan sekaliber profesor sekalipun.

Satu hal yang dikritik oleh sang Bapak, yang  secara tidak langsung mencubit jantungku adalah kebiasaan merusak tata bahasa. Menyingkirakan secara perlahan bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mengotori sedikit demi sedikit bahasa yang menjadi pemersatu kepala-kepala yang ada si Sabang sampai Merauke. Apalagi yang melakukannya adalah intitusi yang menjadi rujukan masyarakat awam.

Secara garis besar ada beberapa tekanan yang di sampaikan. Konsistensi, kontinu, menarik, dan semoga sukses!

Semangat terus buat –aku sebut saja- Gramed Team!! hahaha.

*Dalam catatan ini: Titah, Lena, Rian, dan Pak Yayi.

3 komentar: