Rabu, 20 Februari 2013

Tuhan Ingin Menunjukkan Sesuatu Padaku



“Hoaahhmm.”
Sudah tidak terhitung berapa kali aku membuka lebar mulutku. Kuliah setelah zuhur memang selalu mengundang setan-setan untuk konser lagu nina bobo di sekitar gendang telinga. Sebentar kugerak-gerakkan kepala untuk mengusir rayuan kasur kontrakan yang sudah melayang-layang di samping meja dosen. Ibnu yang berada disampingku tiba-tiba mencondongkan badannya.
            “Bagaimana John, mengenai tantanganku kemaren? Apakah kau begitu cupu untuk menerimanya?”
            Telingaku berdiri mendengar kata “cupu” yang dilemparkannya tepat mengenai jantung. Aku menoleh ke arahnya, dia menyeringai. Aih, seringainya lebih memuakkan dari seringai seekor keledai. Tapi aku tidak boleh tergesa-gesa menanggapinya, nyawaku bisa-bisa jadi taruhan kali ini.