Sabtu, 27 Oktober 2012

UNTAIAN INTAN DARI NEGRI SEBERANG


Asslm wr wb.
            Yoga..
            Sedikit mungkin Ana mau berbagi rasa pada Antum, karena Ana merasa, Ana teman dekat Antum.

            Bismillahirrahmanirahim.

            Hati Ana merasa sangat tersentak ketika Ana tahu abang kelas kami di Al Azhar namanya bang Aldi (Admiraldi Avel) telah meninggal dunia dalam usianya kurang lebih 21 tahun. Beliau meninggal di Pekanbaru pada saat evakuasi kemaren. Ana tak mengira ketika beliau pamit kemaren ternyata beliau benar-benar pamit tuk selamanya, sungguh... Beliau meninggal karena kecelakaan saat mengendarai motor dan ditabrak dari belakang oleh travel yang melaju kencang, inna lillahi...

Insya Allah kami mendoakan beliau meninggal dalam husnul khatimah, aaminn. Tak sedikit dari warga KMM Mesir yang sedih atas kepergiannya, kami warga KMM Mesir banyak datang menghadiri shalat ghaib. Salah satu sifat yang sangat menonjol darinya adalah kesungguhannya dalam menuntut ilmu, mungkin ini diantara banyak kebaikannya yang banyak disebut orang (lihat dinding KMM Mesir).

            Kemudian Ana bertanya pada diri Ana, apa yang sudah Ana lakukan untuk diri Ana? Apakah sudah melakukan kewajiban yang Allah suruh apalagi untuk menjayakan islam? Atau malah sebaliknya, Ana sungguh telah banyak bermaksiat kepada Allah dan Ana takut mati dalam su'ul khatimah..?
Ana ingin berbagi rasa sama Antum Ga, karena tadi Ana merasa Antum bagian dari orang terdekat yang pernah Ana miliki. Ana mengembalikan pertanyaan yang sama pada Antum, Ga.. Sudahkah? Atau sebaliknya, Antum dalam gelimang maksiat? Ana sungguh, ketika Ana memuhasabahi diri ini, tanpa ragu Ana mengatakan diri sangat hina. Jujur Ga, walaupun Ana kuliah agama Ana merasa tidak lebih baik dari Antum bahkan Ana merasa sangat hina, sangat hina...
Izinkan Ana curhat pada Antum wahai sahabat, jika ini nasahat fa biha wa ni'mah... Yoga umur Antum tak ada yang jamin, jika saja Antum meningal esok atau lusa bahkan setahun lagi, apa yang sudah Antum lakukan untuk kebaikan diri Antum? Dan juga kontribusi Antum terhadap islam ini? Jika Antum meninggal bagaimana kami memandang dimana kami telah mengenal Antum selama 6 tahun...?
Mungkin Ana sedikit lebih banyak tahu tentang siapa Antum dan bagaimana Antum. Ana pernah sekamar dengan Antum kelas 1 SMP, kelas 3 MA kita juga sekamar, dan kita pernah satu lokal di kelas Jeddah. Ana mungkin lebih banyak tahu karena Antum sering bercerita sedangkan Ana menjadi pendengar yang baik. Antum pernah cerita tentang suatu ''penyakit'' yang setahu Ana, hanya Ana yang tahu akan hal ini. Jujur Ga, kalau saja Antum meninggal dalam waktu dekat ini barangkali belum banyak pelajaran dan ilmu yang bermanfaat yang bisa diambil ibrohnya dari orang yang Antum tinggalkan. Kalau saja Antum meninggal, Ana mungkin hanya ingat beberapa nasehat-nasehat dan kata bijak yang Antum tinggalkan untuk Ana. Tapi Ana juga mengenal Antum sebagai seorang yang berpenyakit, malas, suka tidur, bla bla sama cewek, dll. Ana yakin semua orang kalau dia meninggal tidak ingin apabila kita mengingatnya yang diingat adalah keburukannya.
Terakhir Ga, matilah dalam husnul khatimah, jangan dalam keadaan bermaksiat, jangan dalam keadaan berpacaran, jangan dalam keadaan chat atau komen genit sama teman cewek Antum (zina hati), jangan dalam keaadan zina mata, dan seterusnya... Matilah dalam keaadan sudah shalat jamaah subuh, sudah tilawah 10 halaman sehari, sudah saum sunah dalam minggu itu, sudah berzkir, dst. Selama ini kita bermaksiat pada Allah ditambah lagi su’ul khatimah, mau dimana tempat kita kelak, coba?
Yoga... Pesan ini spesial untuk Antum, Ana harap kita sama-sama dapat berubah ke arah yang lebih baik. Ana juga mau serius mulai saat ini. Ana tidak mau bermalas-malasan lagi, Ana juga tak mau larut dalam gelimang maksiat selama ini. Doakan Ana ya Ga, sahabat, teman dekat. Kalau antm ingin melihat berita dan komen meninggalnya bang Aldi (Admiraldi Avel) lebih lanjut, kunjungi dinding -> KMM Mesir, syukron. 
Astaghfirullahal 'azim..
Wass wr wb.



 *) Pesan ini dikirim melalui Facebook sekitar 2 tahun yang lalu dari sahabat Ana yang sedang berkuliah di Al Azhar. Selalu menjadi pengingat ketika Ana lupa. Semoga menjadi tazkiroh bagi yang lain...

0 komentar:

Posting Komentar