Kamis, 30 Juni 2016

Anak Bawang

Sewaktu kecil, aku sering menjadi “anak bawang”. Ketika teman-teman yang lebih tua dariku menganggap aku hanya anak ingusan yang tidak layak untuk diperhitungkan. Ikut bermain kejar-kejaran en (kaja-kaja en XD) tapi tidak pernah ditangkap. Ikut bermain sepak tekong, tapi tidak pernah dicari. Menghindari dengan semangat lemparan bola kasti, tapi tidak pernah diincar. Ya, peran "anak bawang" memang sedikit menjengkelkan, tapi ketika kita bisa membuktikan bahwa kita layak naik kelas, maka kita bisa melepas titel “anak bawang” tersebut dengan bangga, menjadi orang yang disegani di dalam permainan. Tapi disini aku tidak akan menceritakan tentang “anak bawang” yang tadi kusebutkan. Aku ingin bercerita tentang teman baruku.
Dari Kiri: Yoga Susetyo Pauzi, Ana Septiana S, Cindy Fitrasari S
Photo by Dzurriyatul Millah