Sewaktu kecil,
aku sering menjadi “anak bawang”. Ketika teman-teman yang lebih tua dariku
menganggap aku hanya anak ingusan yang tidak layak untuk diperhitungkan. Ikut bermain
kejar-kejaran en (kaja-kaja en XD) tapi tidak pernah ditangkap. Ikut bermain
sepak tekong, tapi tidak pernah dicari. Menghindari dengan semangat lemparan
bola kasti, tapi tidak pernah diincar. Ya, peran "anak bawang" memang sedikit
menjengkelkan, tapi ketika kita bisa membuktikan bahwa kita layak naik kelas,
maka kita bisa melepas titel “anak bawang” tersebut dengan bangga, menjadi
orang yang disegani di dalam permainan. Tapi disini aku tidak akan menceritakan
tentang “anak bawang” yang tadi kusebutkan. Aku ingin bercerita tentang teman
baruku.
![]() |
| Photo by Dzurriyatul Millah |

