Duduk termenung memandanag lurus ke depan, satu titik
menjadi fokus. Memandang lama, dan semakin lama terlihat semakin jauh. Seperti rasanya
baru kemaren bermimpi dan sekarang sudah terbangun kembali, tak ingin membuka
mata dan menyadari bahwa ada hal nyata yang harus dihadapi.
Serasa menggenggam satu ton pupa Spodoptera litura, tanganku beringsut meraih marker di laci meja,
membuka tutupnya, dan perlahan tapi pasti menyentuhkan ujungnya pada kertas
putih di depanku. Awalnya satu titik, lalu bergeser sedikit demi sedikit,
membentung helai daun Melastoma affine.
Lama kutermenung, memikirkan semuanya. Selalu saja kita
merasa menjadi manusia paling merugi ketika salah satu keinginan tidak
terpenuhi, padahal setiap kali selesai menyentuhkan dahi di sajadah lidah ini
selalu melirihkannya. Berharap keinginan dihati ini sejalan dengan tinta pena
yang telah kering diatas sana.
Lama mengutuk diri, padahal telah sampai ilmu. Yang terbaik
bukan selalu yang kita inginkan. Masih banyak rahasia yang harus diungkap. Menunggu
kita menjemputnya, pada waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Tak dipercepat
ataupun diperlambat. Semua sudah diatur menurut ilmu-Nya. Kita hanya berusaha
dan berdoa. Berusaha dan berdoa. Berusaha dan berdoa.
Satu lagi yang harus kulingkari, satu lagi yang akan membuatku
selalu percaya pada takdir terbaikku.
*walaupun tidak berhasil menjadi anggota IPB Youth Journalist (IYJ),tapi masih banyak keinginan lainnya yang harus kuraih.


Hello brodha...
BalasHapusI have visit n followed your blog,
so if you nhave much time don't forrget visit ant follow my blog to... :D
lai batua tu ga... :p
hahahahha,, batua kayaknyo.. oke2, acok2 se singgah dih.. bko ana singgah2 lo ka situ.. ;D
BalasHapus