Sabtu, 22 September 2012

Helai daun Melastoma affine

Duduk termenung memandanag lurus ke depan, satu titik menjadi fokus. Memandang lama, dan semakin lama terlihat semakin jauh. Seperti rasanya baru kemaren bermimpi dan sekarang sudah terbangun kembali, tak ingin membuka mata dan menyadari bahwa ada hal nyata yang harus dihadapi. 

Serasa menggenggam satu ton pupa Spodoptera litura, tanganku beringsut meraih marker di laci meja, membuka tutupnya, dan perlahan tapi pasti menyentuhkan ujungnya pada kertas putih di depanku. Awalnya satu titik, lalu bergeser sedikit demi sedikit, membentung helai daun Melastoma affine.

Lama kutermenung, memikirkan semuanya. Selalu saja kita merasa menjadi manusia paling merugi ketika salah satu keinginan tidak terpenuhi, padahal setiap kali selesai menyentuhkan dahi di sajadah lidah ini selalu melirihkannya. Berharap keinginan dihati ini sejalan dengan tinta pena yang telah kering diatas sana.

 

Lama mengutuk diri, padahal telah sampai ilmu. Yang terbaik bukan selalu yang kita inginkan. Masih banyak rahasia yang harus diungkap. Menunggu kita menjemputnya, pada waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Tak dipercepat ataupun diperlambat. Semua sudah diatur menurut ilmu-Nya. Kita hanya berusaha dan berdoa. Berusaha dan berdoa. Berusaha dan berdoa.

Satu lagi yang harus kulingkari, satu lagi yang akan membuatku selalu percaya pada takdir terbaikku.


*walaupun tidak berhasil menjadi anggota IPB Youth Journalist (IYJ),tapi masih banyak keinginan lainnya yang harus kuraih.

2 komentar:

  1. Hello brodha...
    I have visit n followed your blog,
    so if you nhave much time don't forrget visit ant follow my blog to... :D
    lai batua tu ga... :p

    BalasHapus
  2. hahahahha,, batua kayaknyo.. oke2, acok2 se singgah dih.. bko ana singgah2 lo ka situ.. ;D

    BalasHapus